Siswa memilih lewat HP masing-masing. Suara langsung terhitung, grafik hasil tampil seketika, dan rekap resmi siap dicetak begitu pemungutan ditutup — tanpa kertas suara, tanpa hitung manual.
Demo terbuka tanpa daftar. Login admin demo / demo1234,
atau coba jadi siswa dengan NISN 0099000001 token DEMO24.
Panitia sibuk melipat kertas dan menghitung sampai sore, sementara hasilnya tetap bisa diperdebatkan.
Tidak perlu aplikasi tambahan, tidak perlu memasang apa pun di HP siswa.
Berjalan di peramban bawaan Android maupun iPhone. Tidak ada aplikasi yang harus diunduh, tidak makan memori siswa.
Tiap siswa menerima kartu berisi token unik. Tanpa kartunya, NISN saja tidak cukup untuk memilih.
Grafik perolehan suara bergerak seiring siswa memilih. Bisa ditayangkan di layar aula saat penutupan.
Data siswa diunggah sekaligus dari Excel. Rekap hasil, daftar hadir, dan berita acara diunduh sebagai .xlsx.
Lihat kelas mana yang belum lengkap memilih, lalu umumkan namanya. Tidak ada yang tertinggal.
Setiap perubahan tercatat: siapa, kapan, dari mana. Bukti kuat bila hasil pemilihan dipersoalkan.
Atur jam mulai dan selesai. Di luar jadwal, sistem menolak login dengan sendirinya.
Ganti periode, hapus angkatan lulus sekaligus, impor daftar baru. Arsip tahun lalu tetap tersimpan.
Subdomain, nama, dan logo sekolah sendiri. Siswa merasa memakai aplikasi milik sekolahnya.
Persiapan biasanya selesai dalam satu kali duduk bersama panitia.
Ambil daftar dari Dapodik, simpan sebagai Excel, unggah. Ratusan siswa masuk dalam hitungan detik.
Masukkan nomor urut, foto, visi, dan misi tiap pasangan calon.
Cetak kartu berisi NISN dan token, potong, bagikan lewat wali kelas sehari sebelumnya.
Siswa memilih dari HP. Tutup sesuai jadwal, unduh rekapnya, umumkan pemenang hari itu juga.
Pemilihan OSIS adalah latihan berdemokrasi. Kalau hasilnya diragukan, pelajarannya hilang.
Dijaga aturan basis data, bukan sekadar pengecekan aplikasi. Menekan tombol dua kali tetap terhitung satu.
Sistem mencatat siapa sudah memilih, tetapi tidak menyimpan siapa memilih siapa. Admin pun tidak bisa melihatnya.
Percobaan menebak NISN dan token otomatis diblokir setelah beberapa kali gagal dari jaringan yang sama.
Log aktivitas tidak dapat dihapus dari dalam aplikasi. Panitia bisa membuktikan tidak ada data yang diubah diam-diam.
Seluruh situs berjalan di HTTPS dengan sertifikat resmi. Data siswa tidak bisa disadap di WiFi sekolah.
Tiap sekolah punya subdomain dan ruang datanya sendiri. Sekolah lain tidak dapat melihat apa pun.
Sudah termasuk subdomain, pemasangan, dan pendampingan pada hari pemilihan.
Untuk sekolah yang ingin melihat sendiri sebelum memutuskan.
Cukup untuk sebagian besar SMP dan SMA negeri.
Sekolah besar atau yang menggelar beberapa pemilihan.
Pembayaran langsung lewat QRIS atau Virtual Account — tanpa menunggu penawaran. Aplikasi sekolah dibuatkan otomatis begitu pembayaran diterima. Butuh kuitansi atau faktur untuk pengajuan anggaran? Sebutkan saat menghubungi kami.
Sekolah cukup menyiapkan beberapa HP atau komputer di ruang panitia sebagai bilik bersama. Siswa bergantian masuk, login dengan kartunya, memilih, lalu keluar. Sesi otomatis tertutup setelah suara terkirim, jadi siswa berikutnya mulai dari halaman login yang bersih.
Halaman pemilih sengaja dibuat sangat ringan dan tidak memuat JavaScript sama sekali. Ukurannya jauh lebih kecil daripada satu foto di media sosial, jadi tetap terbuka di jaringan yang pas-pasan. Bila WiFi sekolah bermasalah, siswa bisa memakai kuota sendiri karena aplikasinya diakses lewat internet biasa.
Aturan satu suara ditegakkan di tingkat basis data, bukan hanya oleh tampilan aplikasi. Begitu satu NISN tercatat memilih pada suatu periode, catatan kedua ditolak sistem — bahkan jika tombol ditekan berkali-kali atau halaman dibuka di dua HP sekaligus.
Tidak. Yang tersimpan hanyalah bahwa seorang siswa sudah menggunakan haknya dan jumlah suara tiap kandidat — keduanya disimpan terpisah dan tidak dihubungkan. Administrator sekalipun tidak dapat menelusuri siapa memilih siapa.
Di server hosting Indonesia, dengan koneksi terenkripsi HTTPS. Data setiap sekolah berada di ruangnya sendiri dan hanya bisa diakses lewat subdomain sekolah itu. Bila kerja sama berakhir, seluruh data dapat diunduh dalam bentuk Excel lalu dihapus atas permintaan sekolah.
Umumnya satu sampai dua hari kerja sejak data siswa diterima. Yang paling menentukan adalah kesiapan daftar siswa dari operator Dapodik dan foto para kandidat. Kami dampingi sampai kartu pemilih tercetak.
Bisa. Beberapa sekolah memakainya untuk pemilihan ketua MPK, duta sekolah, atau pemilihan pengurus ekstrakurikuler. Prinsipnya sama: satu daftar pemilih, beberapa kandidat, satu suara.
Situs demo terbuka untuk siapa saja. Masuk sebagai panitia, coba pula jadi siswa, lihat sendiri bagaimana hasilnya keluar. Datanya dikembalikan seperti semula setiap hari.
Admin demo / demo1234 ·
Siswa NISN 0099000001 token DEMO24